Tampilkan postingan dengan label resensi film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi film. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Mei 2012

Persuit of happyness


Persuit of happyness
by Prasari Puspita Ariestyawati on Wednesday, February 2, 2011 at 11:32am ·
tahun 2011, menginjak di bulan ke-2 tahun ini banyak yang membuat saya berfikir mengenai para sahabat saya. apa kabar mereka?, bagaimana keadaan mereka? berapa kerutan di dahi mereka yang terpatri saat ini?, hahaha semoga saja tidak karena tua itu pasti tapi dewasa itu pilihan. kami biasa tertawa mentertawakan kelakuan aneh dan lucu tapi kini kami menertawakan kehidupan walau dengan jarak yang berjauhan. sehabis nonton film ini saya menyadari satu hal kebahagiaan adalah suatu hal yang kita perjuangkan bukan ditunggu atau diberi dengan cuma2. toh "Allah tidak akan merubah suatu kaum hingga kaum itu merubah diri mereka sendiri."  dari sini adalah pelajaran yang berharga yang ingin saya bagi. 

Film ini menceritakan mengenai kehidupan Chris gardner (Will Smith) yang merupakan salesman dari alat kedokteran, yang hidup bersama istri (Thandie Newton) dan seorang anak (Jaden Smith). Kehidupan yang dilalui Chris sangatlah berat, dengan beban harus dapat menjualalat semacam X-Ray portable untuk tulang itu dua buah dalam satu bulan, ia berjuang mati-matian untuk mendapatkan dokter yang ingin membeli alatnya tersebut, dan ia juga berjuang agar istrinya tetap percaya bahwa dia dapat menghidupi keluarganya dengan keadaan yang cukup kelak. Istrinya sendiri bekerja sebagai buruh di suatu perusahaan. Hampir setiap hari Chris dan istrinya bertengkar karena masalah keuangan, walaupun di depan anaknya Christopher yang baru berumur 5 tahun.

Hari demi hari berlalu, sampai akhirnya sang istri tidak dapat lagi bertahan dengan pekerjaan Chris yang sangat-sangat tidak mencukupi kebutuhan keluarga itu. Dia dan istrinya berpisah, dan istrinya mencoba hidup di New York. Semenjak itu, Chris seorang yang merawat anaknya. Dan disinilah kisah menarik itu bermula, bagaimana seorang ayah sangat begitu menyayangi dan berjuang demi anaknya. Chris mencoba mengikuti program latihan untuk menjadi makelar saham (stockbroker), karena ia melihat orang-orang yang bekerja disana selalu menampakkan muka ceria dan bahagia yang dimana ia tidak pernah menampilkan wajah seperti itu dalam kehidupannya (Mimik muka Chris memang betul-betul sayu, dan penuh beban hidup).
Chris menjalani program latihan tersebut dengan amat tekun dan bersungguh-sungguh. Dan secara tidak langsung ia berhasil mengambil hati atasannya, karena Chris seorang yang berkomitmen, cerdas, dan ikhlas. Disamping menjalani latihan tersebut, ia masih harus menjual alat Xraynya itu, karena latihan itu tidak memberikan uang pesangon sepersen pun. Dan disaat Chris mulai kehabisan uang, ia terpaksa keluar dari rumah kontrakannya dan berlomba-lomba untuk dapat masuk di rumah penampungan di kota San Francisco tersebut. Dan salah satu bagian yang saya sukai dan dapat menjadi pelajaran bagi saya adalah ketika Chris berhasil menjual alat Xraynya itu, dan ia membawa anaknya tidur di hotel untuk satu malam, demi membahagiakan anaknya yang kelelahan harus mengantri untuk mendapatkan tempat penampungan.

peristiwa yang paling mengugah saya adalah ketika dia ikut naik taksi bersama salah seorang yang kaya karena saat itu orang tsb dengan baik hati menawarkan untuk naik bersama karena tujuan yang sama (padahal chris ingin dekat dengan orang kaya dan sukses itu untuk menarik perhatiannya). satu hal yang sederhanayang ditawarkan orang tersebut pada chris "jika kamu bisa membuat kubik ini kembali dalam satu warna saya akan investasi" kata-kata itu seolah angin segar, walaupun tidak pernah tahu cara untuk bermain kubik tersebut tapi chris berusaha hingga di film ini ekspresi wiil smith dapet banget dalam menghayati orang yang bingung, takut, tegar dan pasrah. akhirnya kubik itu berhasil disusun dalam warna-warna yg sama dia akhirnya mendapatkan investasi pertamanya. atau pada saat diwc stasiun dia berusaha membuat anaknya tertidur pulas dengan menutup telinga anaknya yang sudah kelelahan terus digedor pula sama petugas stasiun karena wc ga bisa dibuka, anaknya tertidur pulas karena setelah sekian lama mengantri di tempat penampungan akhirnya diusir karena penuh atau saat di tempat penampungan chris tetap belajar walau dengan senter yang dimilikinya karena besok dia mau ujian. lalu tibalah saat ujian akhir dari program latihan yang dijalani. Chris menjadi orang nomor dua tercepat dalam mengumpulkan kertasan ujian (Karena orang yang pertama terlupa mengisi bagian esai di pertanyaan belakang sekali.. hehe makanya harus teliti). Lalu beberapa hari kemudian, dengan perasaan yang berdebar-debar (penonton pun pasti sama) Chris memasuki ruang rapat untuk mendapatkan hasil latihannya. Dan Chris dinyatakan lulus, dia menangis, demikian juga dengan saya. Untuk pertama kali dalam hidupnya Chris menampakkan muka yang bahagia. Dan sebagai penutup dituliskan bahwa akhirnya Chris mendirikan perusahaan penanaman modal sendiri, yang bernama ‘Gardner Rich’. What a success story…..
Pelajaran yang bisa diambil:
  • Bekerja keras lah dengan sungguh-sungguh, dan tunjukkan komitmen kita
  • Bersikap ramah dan sopan terhadap orang lain
  • Tidak mudah menyerah dalam menjalani keras dan tantangan hidup
  • Selalu mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapai sesuatu
  • menjadikan setiap hal dan waktu kita berharga, hindari kata negetif (mengeluh) karena kata negatif lebih mudah tercerna dibanding kata positif.kata2 negatif hanya satu kalimat tapi berakibat dahsyat tapi kata2 positif yang dipupuk setiap hari akan menguatkan komitmen kita dan menghalau kata negatif yang masuk        



Kamis, 24 Mei 2012

Resensi film :Yes man "satu kata yang mengubah dunia"

Saat ditinggalkan kekasihnya, Carl Allen (Jim Carrey) mulai menutup diri dari lingkungannya. Ia tak mau bertemu dengan orang-orang yang dikenalnya dan mengurung diri dalam apartemennya. Semua itu berubah saat Carl bertemu seorang motivator bernama Terrence Bundley (Terrence Stamp).

Dari Terrence Carl 'belajar' bahwa kata 'ya' memiliki kekuatan yang tak terbayangkan dan Terrence meminta Carl untuk mulai mengatakan 'ya' pada apapun yang dikatakan orang. Merasa terinspirasi dengan apa yang dikatakan pria tadi, Carl kemudian bertekad untuk mengubah hidupnya dengan mengatakan 'ya' pada apa pun juga.
Awalnya, hidup Carl jadi lebih 'berwarna'. Carl mulai merasakan banyak perubahan yang terjadi dalam hidupnya. Namun itu tak berlangsung lama karena Carl kemudian mulai menghadapi banyak masalah karena terlalu banyak mengatakan 'ya' pada saat ia seharusnya mengatakan tidak. Untungnya, Carl kemudian bertemu Allison (Zooey Deschanel) yang akhirnya mengubah hidup Carl menjadi lebih baik.

(hal yang paling menyebalkan sekaligus kocak adalah saat Terrence bertemu carl di jalan dan carl bilang dia sangat berterima kasih pada terrence. ajaran terrence untuk mengatakan "Ya" berhasil untuk carl. tapi terrence malah bilang " did I do that, i'm just performing" haduuuhhh Gubrak banget deh. ternyata terrence cuma cari duit dari seminar itu heuheu)

Film komedi romantis ini diadaptasi dari biografi Danny Wallace yang ditulisnya menjadi buku dengan judul yang sama. (So is was A REAL STORY, GUYS).Terlepas dari itu semua, film ini ternyata punya performa cukup bagus. Buktinya nama YES MAN sendiri masuk ke jajaran film-film box office dan mengumpulkan tak kurang dari US$79 juta sejak dirilis 19 Desember 2008 lalu.

Berbagai hal tidak terduga datang. seru lah!!
Meskipun agak monoton di beberapa bagian, tapi saya dapat pesan moral yang baik: Ambil semua kesempatan yang datang! Anda tidak tahu di kesempatan mana hidup anda akan berubah layaknya bumi dan langit

walo katanya alur ceritanya ampir mirip LIAR LIAR tapi asik aja nonton jim carrey =D

Senin, 21 Mei 2012

resensi film : V for Vendetta

V for  vendetta
                sebenarnya nonton film ini udah lama tapi ga bosen juga untuk nonton lagi, kalo belum nonton boleh deh ini jadi referensi film tapi harus siap-siap mikir. =)
film ini berdasarkan novel yang berjudul sama, V for vendetta yang ditulis oleh Alan Moore dan David Llyod. namun Alan Moore sendiri sang pencipta V for Vendetta, justru sempat mengatakan bahwa "versi film dari V for Vendetta adalah sampah". karena memang sang penulis scenario Andy Wachowski dan Larrby Wachowski, menampilkan gambaran yang berbeda dengan novelnya. baca (http://id.wikipedia.org/wiki/V_for_Vendetta).
by the way Film dibuka dengan narasi yang menjelaskan tentang sebuah tragedi, kisah nyata mengenai  Guy Fawkes (lahir 13 April 1570 – meninggal 31 Januari 1606 pada umur 35 tahun) seorang ekstremis Katolik Roma yang dikenal karena usahanya untuk meledakkan gedung parlemen Inggris pada 5 November 1605 namun gagal lalu dihukum gantung. narasi menguat dengan titik tekan bahwa seorang manusia sudah pasti akan mati tapi tidak dengan pemikirannya (VISI). entah apakah film ini menceritakan tentang pentingnya seseorang untuk punya prinsip dan berani mengutarakan pendapatnya atau memang tentang hal yang bisa terjadi saat perpolitikan dikuasai oleh satu partai berkuasa. dalam novelnya, Alan moore berusaha menyampaikan bahwa transformasi kekuasaan dari kekuasaan di tangan segelintir orang menjadi kekuasaan popular tak akan pernah mudah. Publik yang pasif, yang telah terbiasa untuk diperbudak, tak akan pernah dapat secara spontan menjadi tuan bagi dirinya sendiri. Yang biasa terjadi adalah bahwa mereka mencari tokoh-tokoh ideal yang dapat mereka jadikan acuan. Semacam ikon baru. Dalam hal ini, Alan Moore tahu benar akan hal demikian. Maka V tampil dengan kostum, simbol dan attitude uniknya, yang lantas juga menjadi urban-legend bagi publik.
yang dramatis adalah bagaimana evey hammond tertangkap dan disiksa habis2an untuk mengungkap identitas V, evey di kurung dalam sel dan tidak punya harapan lagi untuk hidup, hingga menemukan sebuah surat dari valerie. setiap habis membaca surat valerie yang ditulis hanya di kertas toilet, evey merasa punya sesuatu yang berharga dari nyawanya, hingga suatu hari penjaga sel mengatakan bahwa dia akan dihukum mati. evey dengan berani mengatakan "saya akan lebih memilih mati ditembak dibelakang gedung kimia" (daripada mengatakan suatu kebohongan untuk menyelamatkan nyawanya karena dasar rasa takut akan mati karena ketika dia berbohong untuk menyelamatkan nyawanya berarti dia sudah mati rasa dan akan hidup dalam ketakutan) tanpa disangka penjaga sel bilang " so, now you FREE". evey yang heran mulai keluar sel dan melihat sel-sel bohongan dan boneka penjaga yang berseragam militer.Evey mendapatkan suatu keberanian dan kebebasan dibalik tekanan dan penyiksaan yang lebih sering dilakukan oleh pikirannya sendiri. begitu dia berjalan hingga ujung pintu dia mendapati V berdiri membelakanginya. yang selanjutnya nonton aja deh..berikut sinopsis yang diambil dari wikipedia juga =)

Sinopsis
V for Vendetta mengambil latar belakang Inggris di era masa depan ketika berada di bawah kepemimpinan rezim yang totaliter. Hal ini bermula sesaat pasca-perang dunia yang meluluhlantakkan berbagai negeri. Kekacauan merebak dimana-mana, kelaparan, penyakit dan juga angka kematian yang begitu tinggi. Hal ini akhirnya yang menjadi pembenaran bagi seorang politikus yang ambisius untuk meraih kekuasaannya dengan menerapkan pola kekuasaan yang fasistik. Semua dikontrol oleh negara, tak ada kebebasan sipil, bahkan juga termasuk dalam berpendapat dan menjadi berbeda. Bahkan juga di dalamnya, memeluk agama lain selain satu agama yang ‘direstui’ oleh pemerintah, dianggap sebagai sebuah kejahatan. Dalam satu bagian, dikisahkan bagaimana seseorang dapat ditangkap hanya karena memiliki Al-Qur’an. Film, buku-buku sastra dan bahkan juga karya-karya seni dilarang.
Di tengah kondisi demikian, seorang individu yang menyebut dirinya V, dengan mengenakan kostum ala Guy Fawkes mulai mengambil tanggung jawab atas semua hal yang terjadi dan mulai melancarkan propaganda yang dikenal dengan istilah "propaganda by deed". V menyadari bahwa kesalahan suatu negeri memang tidak dapat ditudingkan begitu saja pada para birokrat dan politisi, karena bagaimanapun juga, para penguasa fasis tersebut bisa berada di kekuasaannya karena publik membiarkannya (dengan berbagai alasan, seperti ketakutan dan ketidak pedulian). Dalam satu episode, V mengatakan pada publik melalui televisi bahwa, “untuk mengetahui siapa yang bersalah atas semua yang terjadi, mari kita menatap cermin.”
Maka aksi V yang dimulai pada tanggal 5 November dimulai. Tanggal ini sendiri dipilih untuk menghormati tanggal di mana Guy Fawkes melakukan aksi peledakkan gedung parlemen Inggris pada abad ke-17 yang gagal—kisah mengenai Guy Fawkes sendiri adalah kisah yang nyata terjadi. Satu persatu para politikus, yang merupakan sejumlah tokoh penting dari partai politik yang berkuasa, menemui ajalnya. Hal ini berkaitan dengan ‘dosa-dosa’ para politikus tersebut pada masa lampau yang telah memilih V sebagai salah satu korbannya. Plot pemberontakan itu sendiri disusun oleh V sedemikian rupa sehingga dalam waktu satu tahun (dari tanggal 5 November ke 5 November tahun berikutnya), yang diharapkan seluruh kekuasaan fasis akan runtuh.
Dalam film, segalanya berlangsung lancar. Plot demi plot berjalan dengan mulus, bahkan hingga titik terakhirnya di mana publik dengan tenang berjalan menuju Trafalgar Square dan berkumpul menyaksikan bagaimana gedung parlemen meledak dan runtuh. Tentara yang berjaga bahkan tak melepaskan satu tembakan. Semua orang penting partai yang dianggap berdosa pada masa lampau telah menemui ajalnya di bawah keadilan yang dibawa oleh V. Sang pemimpin negara, Kanselir Adam Sutler, tewas ditembak Creedy, komandan pertahanan. Creedy sendiri kemudian dibunuh V. Semua mulus walau V sendiri akhirnya menemui ajalnya di tangan para Fingerman, polisi khusus pemerintah.

Minggu, 13 Mei 2012

Letter To GOD

kisah ini berdasarkan cerita nyata, saya agak tergelitik untuk membagikannya karena makna yang sangat dalam serta keyakinan "Tyler" yang menyentuh hati saya.

manusia terkadang melupakan arti mengapa dia dilahirkan, namun bagi tyler dia meyakini bahwa Tuhan tidak sembarang meniptakan dirinya walau dengan kanker otak yang dideritanya. sisa hidupnya dilewati dengan optimis hanya karena dia tidak ingin melihat ibunya sedih atau menangis karena masalah penyakit Tyler. maka dia mulai menulis "Surat kepada Tuhan" atau a Letter to God, setiap hari, dia menuangkankan semua rasa yang dimilikinya ke dalam secarik kertas yang dimasukan ke dalam amplop dan diberi perangko. bagi tukang pos hal itu sempat membuatnya bingung kemana dia harus mengirimkan surat tersebut. dalam setiap kata yang tertulis dalam surat, tyler menceritakan dan mendoakan ayahnya, ibunya, kakaknya sahabatnya, orang-orang terdekatnya bahkan tetangga-tetangganya sekalipun. Tyler tidak pernah berhenti menulis sampai akhir kematiannya. episode ini mungkin mengingatkan kita pada one litters of tears atau di indonesia buku harian baim. mereka mengajarkan kepada kita untuk yakin. sempat juga saya berfikir apa kita harus merasakan sakit, kesedihan atau kemalangan agar kita bisa kembali yakin kepada Tuhan kita. bahkan ada dialog yang saya sangat suka. saat tyler curhat pada kakeknya sam tentang Alex, teman yang suka mengejeknya. kakek sam bilang kalau orang yang mengejeknya itu iri pada Tyler. Tyler bingung kenapa Alex harus iri padanya yang kena kanker dan harus kehilangan rambut karena kemotherapi.tapi kakek sam ini bilang.
"Karena mereka iri pada keyakinanmu pada Tuhan dan keyakinanmu akan hidup. kamu adalah orang yang dipilih Tuhan untuk membuat orang lain percaya pada Tuhan, Warrior of God."

kata-kata ini membuat saya terhenyak, selama ini mungkin kita lupa cara berdo'a atau  lupa kata-kata yang harus digunakan dalam berdo'a bahkan (mungkin) lupa kepada siapa do'a kita ditujukan. toh setiap keberuntungan yang kita dapatkan bukan sebuah kebetulan,bukan?

sehingga saat do'a kita BELUM terkabul tidak seharusnya kita kecewa, sedih ataupun marah. walau jujur keikhlasan untuk menerima itu semua masih sulit dilakukan.

ini membuktikan bahwa sebenarnya kita membutuhkan TUhan kita, Allah yang selalu menerima taubat hambanya yang bener-bener ingin kembali kepadanya. Allah yang masih memberikan nafas kehidupan, kesempatan untuk kita kembali kepadaNYa.  masihkah kita malu, ego atau ragu untuk kemabli kepadaNya.

bukti tragedi dan bencana yang terjadi salah satunya di Indonesia jadi bukti (mungkin) kita lebih banyak melupakan Allah.

bener deh nonton fil ini bikin air mata mengalir yaah ga jauh lah ama film one litters of tears..
buat yang mau nonton siap-siap tisu yaaaa..

MOVIE "HUGO"

ada yang menarik dari film ini, selain menceritakan tentang Georges Méliès  yang menciptakan "special effect" pertama dalam dunia perfilman (katanya^^y) juga menceritakan tentang sebuah mesin bernama automaton yang merupakan maha karya Georges Méliès. mesin ini diselamatkan dari museum yang terbakar yang menewaskan ayah HUGO. setelah kematian ayahnya, HUGO mencoba memecahkan misteri mesin automaton yang diberikan ayahnya. beberapa bagian mesin hilang juga kunci pembukanya. mesin inilah yang akhirnya mengantarkan HUGO pada petualangan pencariannya. ada satu kata yang diucapkan HUGO saat putus asa karena tidak bisa membuat automaton bekerja. "mesin ini tidak lengkap karena ada bagian yang hilang dan kunci pembuka yang hilang. sekarang mesin ini seolah tidak punya tujuan. " di satu sisi diperlihatkan tentang sang penemu (Georges Méliès) yang meninggalkan mahakaryanya dalam dunia perfilman karena sakit hati akibat perang. karena perang membuat film karya-karyanya ditinggalkan, seolah-olah film tersebut menunjukkan bahwa manusia dan mesin sama jika tidak punya tujuan. well, happy watching ya. review ini juga boleh dibaca untuk tambahan..^^

http://anyamkata.wordpress.com/2012/03/18/review-film-hugo-2011/